Ustadz Syarif Bagus Afandi: Al-Zaytun Pesantren dengan Toleransi yang Sangat Tinggi
INDRAMAYU — Ustadz Syarif Bagus Afandi dari Bandung memberikan apresiasi terhadap kehidupan sosial dan keagamaan yang berkembang di Ma’had Al-Zaytun. Menurutnya, Al-Zaytun merupakan pondok pesantren yang memiliki semangat toleransi tinggi serta berupaya membangun keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
“Al-Zaytun adalah pondok pesantren dengan toleransi yang sangat tinggi. Di sini kita melihat penerapan hablumminallah, hablumminannas, dan hablum minal alam,” ujar Ustadz Syarif Bagus Afandi.
Menurut dia, hablumminallah mencerminkan hubungan manusia dengan Allah melalui keimanan dan ibadah. Sementara hablumminannas menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia, tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang untuk bersilaturahmi.
Adapun hablum minal alam mengandung pesan tentang pentingnya menjaga hubungan manusia dengan lingkungan dan alam sebagai bagian dari tanggung jawab kehidupan.
Ketiga prinsip tersebut, menurut Syarif, menjadi nilai penting dalam membangun kehidupan yang harmonis. Pendidikan keagamaan, kata dia, idealnya tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menilai keberadaan berbagai kalangan yang datang dan berkumpul di Al-Zaytun menjadi salah satu gambaran bagaimana ruang pendidikan dapat menjadi tempat bertemunya masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
“Kita berharap nilai-nilai seperti ini terus dikembangkan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghormati dan membangun persaudaraan,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pandangan yang mengemuka dalam momentum Milad ke-27 Ma’had Al-Zaytun. Di usia yang memasuki fase produktif, Al-Zaytun diharapkan tidak hanya semakin maju dalam bidang pendidikan, tetapi juga mampu memperkuat peran sebagai ruang dialog, silaturahmi dan pembelajaran tentang kehidupan yang harmonis.
Dengan semangat hablumminallah, hablumminannas, dan hablum minal alam, pendidikan diharapkan mampu melahirkan manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian kepada sesama dan lingkungan.
Reporter:Yudi Prasetiyo
