Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Opini

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cluster Mewah di Lapas Cibinong Untuk Siapa???

WALHI Hadir dalam FDG bertajuk “Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian Yang Berkelanjutan – Jangan Sampai Terlewat

WALHI gelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian Yang Berkelanjutan” – Jangan Sampai Terlewat

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Opini
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
rakyatvoice.id
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Opini
rakyatvoice.id
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Opini
You are at:Home»Terkini»Pelajar yang Belajar Mandiri Lewat Usaha Kopi Kemasan Botol Kekinian
Terkini

Pelajar yang Belajar Mandiri Lewat Usaha Kopi Kemasan Botol Kekinian

redaksiBy redaksi19 Agustus 2026 7:55 PM0462 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: photo; hw-remosaic: false; touch: (-1.0, -1.0); sceneMode: 2; cct_value: 0; AI_Scene: (0, 0); aec_lux: 344.48962; aec_lux_index: 0; albedo: ; confidence: ; motionLevel: -1; weatherinfo: null; temperature: 31;
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bais, Pelajar yang Belajar Mandiri Lewat Usaha Kopi Kemasan Botol Kekinian

Di tengah kesibukannya sebagai seorang pelajar, Bais memilih mengisi waktu dengan kegiatan yang tidak biasa. Selain belajar di sekolah, ia mulai menekuni dunia usaha dengan memproduksi dan menjual kopi dalam kemasan botol.

Bagi Bais, usaha tersebut bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan penghasilan. Lebih dari itu, usaha kopi menjadi tempat baginya untuk belajar banyak hal, mulai dari mengolah produk, menjaga kualitas, menghitung biaya produksi, hingga memasarkan produk kepada konsumen.

Ketertarikannya terhadap kopi kemasan botol muncul dari melihat perkembangan tren minuman kekinian yang semakin diminati masyarakat, khususnya kalangan anak muda. Dari situlah muncul keinginan Bais untuk mencoba membuat produk sendiri.

Dengan peralatan yang sederhana, Bais mulai belajar meracik kopi dan menentukan komposisi yang sesuai dengan selera konsumen. Ia kemudian mengemas produknya dalam botol agar lebih praktis, menarik, dan mudah dibawa.

Menjadi pelajar sekaligus pelaku usaha tentu bukan perkara mudah. Bais harus mampu membagi waktu antara kewajiban belajar dan kegiatan produksi. Setelah menyelesaikan aktivitas sekolah, ia memanfaatkan waktu luangnya untuk mempersiapkan bahan, membuat kopi, mengemas produk, hingga melayani pesanan.

“Menjalankan usaha sambil sekolah memang harus pintar membagi waktu. Sekolah tetap menjadi prioritas, sedangkan usaha saya jadikan sebagai pengalaman untuk belajar mandiri dan berwirausaha,” ujar Bais.

Perjalanan Bais dalam menjalankan usaha juga tidak selalu berjalan mulus. Ia harus belajar menghadapi berbagai tantangan, termasuk bagaimana menjaga rasa kopi agar tetap konsisten, membuat kemasan yang menarik, serta memperkenalkan produknya kepada calon pembeli.

Media sosial dan rekomendasi dari teman menjadi salah satu cara Bais memperkenalkan kopi buatannya. Foto produk yang menarik dan promosi dari mulut ke mulut perlahan membantu produknya dikenal lebih luas.

Bagi Bais, setiap botol kopi yang terjual memberikan pengalaman baru. Ia belajar bahwa berwirausaha tidak hanya soal menjual barang, tetapi juga tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba.

Kisah Bais menjadi gambaran bahwa jiwa kewirausahaan dapat tumbuh sejak usia sekolah. Dengan kemauan belajar dan kemampuan mengatur waktu, seorang pelajar pun dapat mulai mengenal dunia usaha tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai siswa.

Di balik sebotol kopi yang tampak sederhana, ada proses panjang yang sedang dijalani Bais. Ia bukan hanya sedang membuat dan menjual kopi, tetapi juga sedang meracik pengalaman, keberanian, dan cita-cita untuk masa depannya.

Bagi Bais, usaha kopi kemasan botol mungkin baru sebuah langkah kecil. Namun dari langkah kecil itulah, ia mulai belajar bagaimana menjadi pribadi yang mandiri dan siap menghadapi dunia usaha di masa mendatang.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleWhat are the Top Sodium Food Sources in the United States?
Next Article Semarakan Hut RI ke 82 Tangsel Goes Bersama
redaksi

Related Posts

Cluster Mewah di Lapas Cibinong Untuk Siapa???

26 September 2026 1:51 PM

WALHI Hadir dalam FDG bertajuk “Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian Yang Berkelanjutan – Jangan Sampai Terlewat

24 September 2026 3:56 PM

WALHI gelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian Yang Berkelanjutan” – Jangan Sampai Terlewat

24 September 2026 3:22 PM
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Indonesia Raya Tiga Stanza Berkumandang Dalam Resepsi Pernikahan Indra dan Mia

6 September 2026 3:51 PM85 Views

Pelajar yang Belajar Mandiri Lewat Usaha Kopi Kemasan Botol Kekinian

19 Agustus 2026 7:55 PM46 Views

Mulai Anarkis.?

28 Agustus 2026 11:39 PM35 Views
© 2026 rakyatvoice. Designed by rakyatvoice.id.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Opini

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.