Celoteh Bung Udin: Usia 27 Tahun, Al-Zaytun Memasuki Masa Produktif dengan Karya Nyata
INDRAMAYU — Ada pandangan menarik dari Bung Udin dalam momentum Milad ke-27 Ma’had Al-Zaytun. Menurutnya, usia 27 tahun bukan lagi sekadar angka dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan. Usia tersebut merupakan fase produktif yang semestinya diisi dengan karya dan manfaat nyata.
“Usia 27 tahun itu sudah masuk masa reproduksi. Artinya, bukan lagi waktunya hanya berbicara tentang apa yang sudah dilakukan, tetapi bagaimana melahirkan karya-karya baru yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Bung Udin.
Menurutnya, istilah “reproduksi” dapat dimaknai secara luas sebagai kemampuan untuk melahirkan gagasan, inovasi dan karya baru. Dalam konteks Al-Zaytun, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aktivitas yang berkembang, mulai dari pendidikan, pertanian, pengelolaan lingkungan, hingga berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Bung Udin menilai perjalanan 27 tahun harus menjadi modal untuk memasuki tahap berikutnya yang lebih produktif.
“Kalau sudah 27 tahun, ibarat manusia sudah punya pengalaman dan tenaga untuk menghasilkan sesuatu. Jadi harus terus berkarya, melahirkan inovasi dan memberikan manfaat yang lebih besar,” katanya.
Ia berharap momentum Milad ke-27 tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi titik tolak untuk memperkuat berbagai karya nyata yang telah dikembangkan.
“Yang penting bukan hanya bertambah usianya, tetapi bertambah juga karya dan manfaatnya. Itulah makna usia produktif,” ujar Bung Udin.
Celoteh tersebut menjadi pesan sederhana dalam peringatan Milad ke-27 Al-Zaytun: usia boleh bertambah, tetapi karya dan manfaat harus terus berkembang.
Reporter:Yudi Prasetiyo
