INDRAMAYU — Dukungan terhadap pengembangan pendidikan berkualitas di berbagai daerah datang dari King of Nusantara Sultan Passer 18, Dr. Sultan A. M. H. Andrian Sulaiman, ST., MBA. Ia menyatakan dukungannya terhadap program Al-Zaytun untuk mewujudkan 500 boarding school modern di 38 kabupaten, yang direncanakan diawali dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Menurut Sultan Andrian Sulaiman, gagasan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menghadapi tantangan masa depan.
Ia menilai konsep pendidikan terpadu seperti yang dikembangkan Al-Zaytun dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan lembaga pendidikan modern di berbagai wilayah Indonesia.
“Saya mendukung program Al-Zaytun untuk mewujudkan 500 boarding school modern di 38 kabupaten. Saya berharap program ini dapat segera direalisasikan dan diawali dari Nusantara, Kalimantan,” ujar Sultan Andrian Sulaiman.
Menurutnya, kawasan IKN memiliki posisi penting dalam perjalanan pembangunan Indonesia ke depan. Karena itu, pengembangan pendidikan di kawasan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pembangunan ekosistem sumber daya manusia yang berkualitas.
Lebih jauh, ia berharap pembangunan boarding school tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik. Pendidikan yang dikembangkan harus mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, karakter, kemandirian, serta kecakapan hidup.
“Kita membutuhkan pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul. Bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan dan kemampuan untuk membangun bangsa,” katanya.
Gagasan 500 boarding school modern tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat investasi pendidikan untuk menyongsong Indonesia menuju satu abad kemerdekaan. Penyebaran lembaga pendidikan berkualitas di berbagai daerah diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda untuk berkembang.
Bagi Sultan Andrian Sulaiman, dimulainya program dari Nusantara akan memiliki makna strategis. IKN tidak hanya diharapkan menjadi pusat pemerintahan baru, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia.
“Kalau pendidikan berkualitas bisa dibangun dan dikembangkan dari Nusantara, kemudian diperluas ke berbagai daerah, saya yakin dampaknya akan sangat besar bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Dukungan tersebut menambah gaung gagasan pengembangan pendidikan Al-Zaytun di berbagai wilayah. Di usia ke-27, Al-Zaytun diharapkan tidak hanya memperkuat institusi yang telah ada, tetapi juga melahirkan model pendidikan yang dapat direplikasi dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Program 500 boarding school modern pun menjadi gagasan besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Jika direalisasikan secara bertahap dengan standar mutu yang kuat, program tersebut dapat menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Indonesia yang berkualitas menuju satu abad kemerdekaan.
Reporter: Yudi Prasetiyo
