INDRAMAYU — Pdt. Ir. Danny Soepangat dari Pasundan Menyembah memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Ma’had Al-Zaytun, terutama dalam bidang pengolahan air dan pertanian.
Menurut Pdt. Ir. Danny, Al-Zaytun tidak hanya menarik sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memberikan inspirasi melalui upaya pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya secara produktif.
“Al-Zaytun sangat inspiratif, khususnya dalam pengolahan air dan pertanian. Apa yang dilakukan di sini menunjukkan bahwa pendidikan juga dapat berjalan berdampingan dengan inovasi dan kemandirian pangan,” ujar Pdt. Ir. Danny Soepangat.
Ia berharap inovasi tersebut terus dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga ke depan Al-Zaytun bisa memecahkan rekor MURI sebagai penghasil buah, sayur, dan pangan terbesar. Kalau itu terwujud, tentu menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus inspirasi bagi Indonesia,” katanya.
Bagi Pdt. Ir. Danny, pengembangan pertanian di lingkungan pendidikan memiliki nilai strategis. Selain mendukung kemandirian pangan, kegiatan tersebut dapat menjadi laboratorium nyata bagi generasi muda untuk belajar mengenai teknologi, lingkungan, produktivitas, dan pengelolaan sumber daya.
Apresiasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan Milad ke-27 Al-Zaytun bukan hanya menjadi momentum perayaan usia, tetapi juga ruang untuk melihat berbagai potensi dan inovasi yang dapat dikembangkan dalam menyongsong masa depan.
“Di usia 27 tahun, Al-Zaytun sudah memasuki masa produktif. Harapannya, semakin banyak karya nyata yang lahir dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” ujar Pdt. Ir Danny.
Reporter: Yudi Prasetiyo
